Showing posts with label TIPS & TRICK. Show all posts
Showing posts with label TIPS & TRICK. Show all posts

Saturday, May 2, 2020

Cara Minangkatkan Kemampuan Menghafal

May 02, 2020
Dalam kamus Bahasa Indonesia kata menghafal berasal dari kata hafal yang artinya telah masuk dalam ingatan tentang pelajaran atau dapat mengucapkan di luar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain. Kemudian mendapat awalan me- menjadi menghafal yang artinya adalah berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat. 


Kata menghafal dapat disebut juga sebagai memori. Dimana apabila mempelajarinya maka membawa seseorang pada psikologi kognitif, terutama bagi manusia sebagai pengolah informasi. Secara singkat memori melewati tiga proses yaitu perekaman, penyimpanan dan pemanggilan. Dengan kata lain kegiatan menghafal adalah suatu kegiatan meningkatkan kinerja otak untuk mengingat sesuatu.
dan proses menghafal berkaitan erat dengan kehidupan manusia terutama pelajar yang membutuhkan menghfal untuk mengingat peljaran yang mereka terima. sering bertambahnya usia seorang manusia kemampuan otak manusia itupun mulai menurun yang tidak diharapkan oleh siapapun. dan kemampuan otak itu sendiri akan meningkst jisk dilstih secara rutin.
 Dalam bukunya Scott Hagwood 2012 mengatakan bahwa ingatan seseorang sama seperti sebagian besar anggota tubuhnya. Latihlah maka akan semakin kuat. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa otak sejatinya sama seperti dengan manusia punya tangan dan kaki. Jika seseorang ingin mempunyai tangan yang kuat maka dia melatihnya dengan push up, angkat barbel dan lainnya. Atau jika seseorang ingiin kakinya kuat untuk berlari jauh, maka dia melatih kakinya dengan berlari. Otak juga sama, jika seseorang ingin otakknya mampu bekerja dengan baik dalam mengingat khususnya, maka lakukanlah latihan mengingat. Selanjutnya saya akan jelaskan step pertama yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat. 



berikut adalah beberapa metode untuk menghafal:


1.    Teknik memahami kata atau kalimat.

Memahami materi yang akan dihafalkan, dibaca berkali-kali, berusaha menghafal dengan menutup buku, menyetorkan hafalan kepada guru.

2.    Teknik mengulang.                                                                                           

Membaca berulang-ulang dan menghafalnya.

3.    Teknik mendengar sebelum menghafal.

Materi yang akan dihafalkan didengarkan dulu dari rekaman secara berulang-ulang secara konsentrasi. Kemudian dihafalkan.
    4.    Teknik menulis sebelum menghafal. Dilakukan dengan cara menulis dahulu materi  
         yang akan dihafal di buku, lampiran atau sobekan kertas. 
Kemudian dihafalkan.Ingatan adalah proses alamiah dalam tubuh kita, semakin sering kita menggunakan maka semakin baik otak kita. Proses alamiah disini adalah proses dimana otak dibuat untuk terbiasa menerima informasi dan menyimpannya. Latihan yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan panduan ingatan.

Metode menghafal mempunyai beberapa kelebihan. Kelebihan dari metode menghafal adalah:

1.    Menumbuhkan minat baca siswa dan lebih giat dalam belajar.

2.    Pengetahuan yang diperoleh siswa tidak akan mudah hilang karena sudah dihafalnya.

3.    Siswa berkesempatan untuk memupuk perkembangan dan keberanian, bertanggung jawab serta mandiri.

4.    Membangkitkan rasa percaya diri.

5.    Belajar dengan cara menghafal adalah sederhana dan mudah.
    6.    Sebagai solusi ketika terjadi kecemasan atau perasaan tidak mampu menguasai           dalam memahami materi pelajaran, dapat mencoba dikuasai dengan 
         menghafalkannya.

kelemahan metode menghafal yaitu pola pikir seseorang cenderung statis, tidak dapat berargumen menurut pemahamannya sendiri, kesulitan menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasannya, terkadang menghafal hanya bersifat sementara di otak, tidak cocok untuk mahasiswa. dan cenderung orang-orang setelah mnghafalkan sesuatu mereka akan melupakannya dengan cepat.
  

SEKIAN DULU YA......SEMOGA  DAPAT BERMANFAAT BAGI ANDA SEMUA....BYE 

TAMAT 





Wednesday, November 9, 2016

CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR

November 09, 2016
Mengenal Tipe Belajarmu; Visual, Auditori atau Kinestetik February 5, 2013 Sandurezu サンデゥレズ18 Comments Setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik. Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri. Menurut DePetter dan Hearchi, 2003, tipe belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Sutanto, 2006, membagi tipe belajar seseorang menjadi tiga hal: Manusia visual, dimana ia akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/dilihatnya. Manusia auditori, dimana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan diserap secara optimal. Manusia kinestetik, dimana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya. gaya-belajar


Sejalan dengan hal tersebut, DePetter dan Hearchi, 2003, mendeskripsikan ciri-ciri tipe belajar seseorang menjadi sebagai berikut: Tipe Visual Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu : Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan Berbicara dengan cepat Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar Mengingat dengan asosiasi visual Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya. Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato Lebih menyukai seni gambar daripada musik Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban yang singkat ya atau tidak Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang tepat Biasanya tidak terganggu dengan keributan 2. Tipe auditori Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar. Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara menonjol pada tipe auditori. Seseorang yang sangat auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Suka berbicara kepada diri sendiri saat bekerja Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca Senang membaca dengan keras dan mendengarkan Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, perubahan dan warna suara Merasa kesulitan untuk menulis dan lebih suka mengucapkan secara lisan Berbicara dalam irama yang terpola Lebih suka musik daripada seni gambar Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya Biasanya pembicara yang fasih



3. Kinestetik Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu : Berbicara dengan perlahan Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak Belajar melalui memanipulasi dan praktik Menghafal dengan cara berjalan dan melihat Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca Banyak menggunakan isyarat tubuh Tidak dapat diam untuk waktu yang lama Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu. Menyukai permainan yang menyibukkan Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau kaki saat mendengarkan Ingin melakukan segala sesuatu Kemungkinan tulisannya jelek Selain ketiga tipe belajar tersebut, DePetter juga menambahkan bahwa ada tipe campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau bisa ketiga-tiganya tapi biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi. Jadi, menurutmu, yang manakah tipe belajarmu?🙂 Jika bisa ditemukan, maka ada baiknya dimaksimalkan.😀

TINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR ANDA UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH